Review: The Hunger Games – Suzanne Collins

Mungkin kau lupa, atau mungkin sama sekali tidak tahu tentang hal ini: aku suka menulis apapun yang menurutku baru, padahal menurut orang lain ketinggalan jaman. Maksudku, siapa peduli? Kalau aku memperdulikan semua omongan orang tentang apa yang kutulis, aku tidak akan membuat blog dan mempublikasikan diriku di dunia maya. Benar?

Kalau kau masih tidak mengerti dengan apa yang kubicarakan, tolong klik page “about” yang ada di atas sana.

Okay, let’s head to the topic.

Beberapa waktu yang lalu aku baru saja selesai membaca The Hunger Games (dan pada saat yang sama aku tahu bahwa sequel ketiga buku tersebut juga diterbitkan), dan pertu kukatakan bahwa buku ini adalah salah satu buku novel yang paling aku suka. Mungkin karena aku memang penggemar novel bergenre dystopian (mungkin aku akan membuat post tentang genre satu ini kapan-kapan), atau mungkin karena Suzanne memang memiliki imajinasi dan ilmu penuturan yang membuat orang lain merasa masuk ke dalam cerita yang ditulisnya. Its not an easy work to make people feel that way, anyway.

Cerita ini, seperti yang kalian tahu, bercerita tentang sebuat permainan yang bernama Hunger Game, yang diselenggarakan oleh Capitol (seperti Jakarta-nya Indonesia) setiap tahun sekali untuk mengingatkan seluruh umat Panem tentang Dark Days, hari-hari dimana Distrik 13 melakukan pemberontakkan sehingga Capitol harus memusnahkan distrik tersebut. Kini hanya 12 distrik yang tersisa.

Permainan ini cukup mudah aturannya, setiap distrik harus menyerahkan sepasang anak berumur 12-18 tahun yang dipilih dengan cara pengundian, setelah itu para kandidat, atau tribute akan dibawa ke Capitol untuk “dicemplungkan” ke arena dan dipaksa untuk saling membunuh. Pemenangnya adalah tribute yang bisa mempertahankan hidupnya sampai titik dimana sudah tidak ada tribute lagi yang bisa dibunuh.

Dalam cerita ini, Katniss Everdeen, tokoh utama wanita kita, mencalonkan diri sebagai tribute (yang merupakan hal yang sangat jarang terjadi) untuk menggantikan adiknya, Prim, yang dipilih sebagai tribute. Dari pihak laki-laki, ada Peeta Mellark, pemuda yang dulu pernah menolong Katniss saat keluarga Everdeen sedang terancam kelaparan. mereka dibawa ke Capitol sesuai prosedur, dimana Peeta akhirnya mengakui bahwa ia menyukai Katniss sejak dulu, bahkan ketika ia menolong keluarganya dari kelaparan.

Dan begitulah, sang tutor, Haymitch, akhirnya membuatkan pasangan ini sebuah “drama” mengenai “Pasangan-penuh-cinta-dar-distrik-12” yang membuat Katniss dan Peeta harus berperan sebagai pasangan di depan umum.

Suzanne menggambarkan imajinasinya dengan pintar sehingga pembaca bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam arena tanpa membuat pembaca merasa bosan dengan deskripsinya. Untuk penyuka genre dystopian di luar sana, buku ini harus masuk daftar must-read-mu🙂

Oh ya, omong-omong aku tahu buku ini masuk box office nomor satu, tapi aku mungkin baru akan menontonnya jika aku sudah menyelesaikan Mocking Jay. Masalahnya sangat sepele, sebenarnya: aku tidak suka tampang Peeta disana dan aku tidak mau imajinasiku mengenai Peeta diganggu gugat oleh wajah orang lain -__________-

Ja na!

Kalau-kalau kalian ingin mendownload e-booknya…

Pdf extension, english only, can’t find the indonesian version, yet.

http://www.ebookfree24.info/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=515

One thought on “Review: The Hunger Games – Suzanne Collins

  1. INI! Peeta Mellark ngganteng, Win! Dia harus ngganteng!! Tapi sayangnya banyanganku melenceng, yang merankan Peeta Mellark nggak sengganteng bayanganku. Dan bikin frustasi.
    Peeta Mellark harus ngganteng! (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s