How To : Merawat Headset

Well, hai semua ?

Benar-benar ada jeda yang panjang antara post ini dan post sebelumnya, aku minta maaf. Banyak hal terjadi selama jangka waktu itu (Memang hal ini tidak ada hubungannya dengan judul post di atas, who cares?) : Lomba bahasa yang aku ikuti dan kalah, tugas seni budaya dengan kelompokku yang beranggotakan selusin lebih siswa, tugas, tugas, ulangan dadakan, remidi, tugas lagi, remidi lagi, jam kosong, pulang lebih cepat, tugas lagi, dan pulang cepat, dan sekarang, ujian kenaikan kelas. If I pass this one, bye-bye junior year!

oke, kembali ke topik.

Di era tanpa privasi ini, dimana semua orang mengetahui seluruh kegiatanmu 24 jam melaui media sosial (status, foto, bahkan pembicaraan lain di media sosial), ternyata masih ada hal yang tidak semua orang mau membaginya dengan orang lain, hal ini berada diurutan kedua setelah uang: yaitu musik.

Setelah trend yang sebelumnya, trend lagu india, trend bencana alam, trend korea, trend tralala, kini ada trend yang mulai mencolok :  Trend headset.

Di kelasku, waktu jam kosong, lebih dari 15 orang langsung memasang perangkat headset mereka.

Masih dalam topik trend headset, berbanding lurus dengan jumlah penggunanya, kerusakan headset juga tidak terhindarkan. Hal ini terjadi karena memang pada dasarnya headset merupakan benda rapuh, atau memang penggunanya tidak berperike-headset-an.

Tidak bermasuk sombong, tapi aku juga termasuk orang-orang semacam itu. Banyak headset yang berakhir mengenaskan di tanganku. Aku adalah pembunuh headset yang sudah pro. Benci headset-mu? Hubungi aku. Akan kubinasakan headsetmu dengan cara paling kejam yang melebihi bayanganmu.

Errr, yang di atas tadi berlebihan.

Tidak jauh berbeda dengan nasib headset salah satu temanku, yang berakhir dengan satu kabel yang tergunting. Katanya waktu itu ia sedang menggunting kertas untuk bahan klipping dan ia tidak tahu bahwa salah satu kabel headsetnya berada di tengah gunting. Dan, Yah, kini hanya sebelah yang berfungsi. Aku bahkan tidak yakin ia masih menggunakannya, karena menggunakan headset dengan hanya satu sisi yang aktif bis amembuat kepalamu pening.

Aku punya beberapa saran untuk merawat headsetmu, sehingga kamu tidak perlu pergi ke toko headset lagi dan membuat para penjualnya bertambah kaya secara kontinyu:

1.  Jangan digunakan untuk mengganjal pintu. Mungkin pintu dirumahmu tidak pas dan menyisakan bagian terbuka di bagian bawahnya, sehingga menyebabkan serangga, atau cicak, dapat dengan mudah masuk ke dalam ruangan? Jangan gunakan headset, percayalah padaku, lebih baik gunakan gumpalan kertas ujianmu yang bernilai dibawah rata-rata.

2. Jangan digunakan untuk mencekik orang. Untuk orang-orang yang mudah marah, pastikan tali rafia atau tali koor (?) pramuka siap di dalam tas. Jangan sekali-kali menggunakan headset untuk mencekik orang yang membuatmu naik ptan karena kabel yang tertarik berlebihan sedah jelas akan merusak headsetmu.

3. Hindari adanya simpul pada kabel. Aku tahu menunggu itu membosankan, dan beberapa dari kita mempunyai kebiasaan untuk mengikat sesuatu atau memainkan tali, tapi tolong, hindari simpul mati pada kabel headsetmu, atau simpul-simpul yang lainnya. Benang-benang halus yang  ada di dalam kabel pasti mengalami kerusakan jika kau melakukannya.

4. Jangan jadikan headset sebagai pecut. Masih perlu bertanya lagi?

5. Letakkan headset di dalam kotak kaca yang dijaga dengan sensor panas. Jika kau adalah orang dengan level keteledoran 10 rikter, dan tidak ingin headsetmu celaka, lebih baik jangan gunakan.

Sebenarnya aku masih punya beberapa saran lagi, tapi apa gunanya menulis hal-hal yang belum pasti dilakukan orang lain? Jika kau sudah melakukan saran yang aku tulis di atas tadi, let me know! Aku akan menambahkan beberapa lagi.

Hope this is useful enough🙂

Salam satu headset,

Hisanik High.

3 thoughts on “How To : Merawat Headset

    • aa, doumo arigatou gozaimasu~!😄
      kalau boleh bicara jujur, aku tidak pernah berpikir akan ada orang yang membaca artikel “crack” ini (and by “crack”, i meant it ^^”), dan apalagi membacanya sampai terakhir! Aku tidak yakin apakah aku harus merasa tersanjung atau tertawa😄

      hey, no offense, really, i swear, i crossed my heart just now
      …geez, sorry for being this talkative ^^a

      yah… tapi terima kasih telah membacanya. Like, a lot ^^

      • xD
        i just love this kind of writing y’know..
        aku baca tulisanmu yang lain dan tingkat kepintaranku menurun lagi x”D

        hey talkaktive is cute, so it’s fine. lol

        un~ sama-sama… ^^
        aku mungkin akan muncul lagi di postinganmu selanjutnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s