Pre-read: 1Q84

Okay. Let’s get right to the point.

Aku baru saja selesai membaca Mark of Athena-nya Rick Riordan siang ini. Ditemani oleh keripik singkong manis yang agak mlempem (sebenarnya sampai sekarang aku tidak yakin apakah keripik itu sama seperti kerupuk).

Tenang. Aku tidak akan menjelaskan betapa bagusnya buku itu, karena kita semua tahu aku tidak pandai dalam membuat review. Tapi, God, really, Rick dengan paduan mitos dewa roma-yunaninya yang khas, humor, dan elemen kejutan yang dimilikinya….i’m standing on a point where i worship him.

Dan aku baru tahu bahwa cerita itu masih akan berlanjut! Talking  about  books and it’s super long sequel… kupikir itu yang sedang tren saat ini.

Karena sparring partner adikku sedang tergila-gila dengan Delirium, dan karena ia tidak bisa menemukan sequelnya, Pandemonium, di toko buku kota kami, akhirnya ia berhasil membujuk ibuku untuk membelinya di toko buku luar kota.

Bicara tentang buku yang belum terbit, bicara tentang buku yang belum diterjemahkan.

Bicara tentang buku yang belum diterjemahkan, bicara tentang perjuangan.

Bicara tentang perjuangan…. ya, kami adalah kakak beradik yang tidak sesabar itu.

…itu, alasan kenapa aku berada di Periplus beberapa jam yang lalu.

Dan tahu apa? Disana tidak ada stok Pandemonium yang  tersisa. Mood meter adikku langsung menunjukkan angka negatif, sedangkan aku dengan perasaan bersalah menenteng plastik berisi 1Q48-nya Murakami.

Sebenarnya itu bukan buku baru, aku sudah melihatnya berkali-kali di toko buku yang sama, dan setiap kali aku melihatnya, stiker bertuliskan ‘best-seller’ itu masih tertempel di plastik pembungkusnya.
Kupikir: kenapa tidak?

Satu-satunya hal yang kutahu mengenai buku ini adalah genrenya dystopian (penulisannya benar-salah aku tidak tahu), dan dia best-seller. Tunggu, itu tadi dua hal. Ups.

Terserah.

Ini kedua kalinya aku membaca novel yang ditulis oleh orang Jepang. Yang pertama adalah sebuah novel ringan, aku lupa siapa penulisnya, dengan genre yang serupa dengan buku 1Q48 ini. Sebagai orang awam dalam sistem literatur Jepang, aku tidak mengerti perbedaan buku yang ditulis oleh orang Jepang dan barat. Bukan berarti aku paham tentang perbedaan itu. Menurutku cara penulis menuturkan kisahnya pastilah berbeda satu sama lain.

Aku penasaran, dan bersemangat. Tidak sabar ingin segera membaca bukunya dan mungkin nanti aku akan mencoba menuliskan tanggapanku. Mungkin.

Ingatan bahwa besok aku punya kuis kimia yang menunggu membuat bibirku jadi kering. Mood meterku sama negatifnya dengan adikku.

8 thoughts on “Pre-read: 1Q84

  1. this is the first time i read your (serious) post.. xD and i think it’s been a long time since i visit ‘your house’ eh… dan sepertinya aku sedikit(?) tertarik untuk membaca buku itu juga. plus, semester dua kali ini aku diharuskan membuat book report(you’ll know it later) dengan memakai original book. duh, kenapa malah curhat.. anyway, thanks for the recommendation..😉 *don’t even remember when did you state ‘recommended’*

    • So my another post didn’t show you any seriousness? FYI, i’m always being serious, especially when i RANT (uhhhh). so i think you would find many serious (rant) post in here lol

      Book report with the original book? Bukannya itu menyenangkan?😀

      Aku bahkan belum selesai membaca buku 1300 halaman ini! dan, mungkin perlu kukatakan padamu, buku ini agak….ehm, vulgar. (there i said it)

  2. wellah, your other posts contains only 10 maybe 10,2% seriousness.. xD just kidding… i mean, this post is way more serious (i think?)

    menyenangkan kalau tidak diwajibkan dan di beri deadline.. man, i’m so dead.

    duh~ i’m reading Carrie by Stephan King and it’s also… yah, you know… =_= i’m stuck.. i guess? but that’s fine anyway xD

    • wha–? your words wound my pride! #dramaqueen
      kupikir aku pernah mengalami yang seperti itu. Ajaib rasanya tugas bisa membuat kita membenci hobi kita sendiri -.-
      Carrie? Stephan King? Bukannya dia penulis apa-nama-bukunya-aku-lupa yang terkenal itu?

  3. hah! xDa
    right, that’s just so right.. =.=
    wellah, kurasa kita membenci tugasnya sebenarnya =_=”a sama aja deh…
    stephan King, i believe he is a famous. tapi aku kurang tau apa saja bukunya xD
    and btw, i love your new theme, it makes you ‘look’ more ‘colorful’ xD *the heck was that*

    • Well me too😄
      At first i want to brag about my new theme in one of my post, but then i was too lazy to write anything. So i guess i just pass.
      I’m in the mood for something colorful :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s