In The Meanwhile…

Tempat: kelas
Posisi(sementara): 4 dari pintu, 2 dari depan, bagian kanan.
Waktu: jam 12 lebih sedikit
Jam pelajaran: kimia, mungkin, entahlah, hampir tidak peduli

Bukannya aku tidak tahu sopan santun dengan nge-blog saat jam pelajaran, tapi memang otakku tidak bisa diisi apa-apa lagi. Terlalu penuh, melampaui kuota yang bisa disimpan oleh otakku. Saat ini di hadapanku terdapat lembar kerja siswa yang dibuat oleh guru pamong kelasku. Tentang materi yang rumit dan penuh coretan, tingkat rasa jenuhku menaik 2 level.

Aku bukannya malas, sudah kubilang otakku overload. Jika diisi lagi aku pasti akan meledak.

Oh.

Di pojok ruangan 2 orang temanku.sedang bercumbu dengan ponsel mereka. 3 murid yang kurang mujur nasibnya sedang bergulat dengan makanan bernama ”titrasi”, one to one dengan 3 soal. Selebihnya pontang panting menyalin mengerjakan tugas fisika kami, sisanya menatap papan tulis dengan tatapan kosong.

Sebenarnya guru pamong atau bukan, aku yakin tidak akan ada bedanya. Toh kami bukannya butuh orang pandai penerima nobel, kami butuh orang sabar yang bisa menjelaskan.

Kipas angin berputar, jendela terbuka, langit mendung, aku mengantuk.

Pikiran bahwa besok ada ulangan matematika, dan lusa fisika tidak membuat mataku jadi lebih ringan.

Aku bertanya untuk ke-aku-tidak-lagi-menghitung-berapa-kali-nya:

Untuk apa aku disini?

7 thoughts on “In The Meanwhile…

  1. oh my, ini mengingatkanku kembali pada jaman dulu sewaktu jadi siswa biadab*coret* beradab.
    you might get bored seing my comments all over your posts, but honestly, jari-jari ini hanya mengikuti perintah dari otaknya untuk memberi komen! can’t resist it >,<

    • Jadi sekarang anda mengatakan bahwa anda sudah bertobat? Iiiiiiii don’t think so… karena kupikir aku akan terus seperti ini. Bukan karena tidak tahu sopan santun, lagipula kurang ajar adalah tahu diri yang tertunda😄

      • bah… tobat, you said? Aku bahkan tidak yakin aku salah xD aku masih belum bisa ‘baikan’ dengan orang yang tidak bisa memahami prinsipku, prinsip masing-masing individu. B) Oke, jadi tahu dirimu itu tertunda? xD

      • Prinsipmu itu akan sulit, jika diaplikasikan kepada 36 kepala. Kalau sudah seperti itu, prinsip yang seharusnya dijalanlan adalah prinsip ‘kau-harus-mematuhiku-atau-kupatahkan-lehermu” prinsip semacam itu :3

        Hei, disini aku mengatakan bahwa aku tahu dimana tempatku dan bagaimana keadaanku!😄

  2. wellah… sebenarnya prinsipku itu ‘kau-harus-mematuhiku-atau-kupatahkan-lehermu-juga-tanganmu :3 xD no, no… i mean, aku tidak suka orang yang tidak menghormati prinsip orang lain :3

    oh ya? tell me xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s